Kamis, 30 Agustus 2018

Ringkasan e-Jurnal Tentang Efektivitas Aktivitas Pembelajaran Berkomunikasi Berbasis Permainan Tradisional Terhadap Dimensi Belajar Siswa

Ringkasan e-jurnal Bahasa Inggris UNY berjudul

"Efektivitas Aktivitas Pembelajaran Berkomunikasi Berbasis Permainan Tradisional Terhadap Dimensi Belajar Siswa"
Oleh : I Wayan Widiana, I Nyoman Jampel, dan I gusti Ayu Prayitha Prawini



           Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat sederhana tetapi berdampak sangat besar terutama untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengukur seberapa efektifkah permainan tradisional dalam meningkatkan proses kognitif siswa melalui kegiatan yang komunikatif. Penelitian ini berjenis penelitian semu. Dengan menggunakan 184 narasumber atau siswa kelas IV dari Gugus III Kecamatan Jembrana Bali. Sampel penelitian ini dibagi menjadi 27 siswa terbagi atas kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menggunakan tes essay berjumlah 17 butir. Anderson dan Kratwohl di Negara Taksonomi Bloom (2010) yang direvisi bahwa ada dua dimensi pembelajaran pencapaian yaitu , pengetahuan dan dimensi proses kognitif. Dimensi proses kognitif dibagi lagi menjadi enam kategori: (1) Mengingat : mengingat pengetahuan atau ilmu dengan jangka waktu yang lama (2) paham  membuat bahan ajar, termasuk apa yang diucapkan, dan dilakukan oleh guru (3) Menerapkan atau menggunakan prosedur atau tata cara dalam kondisi tertentu (4) Menganalisa: memecah materi ke dalam komponen dan menentukan hubungan di antara komponen dan relasinya antara komponen dan keseluruhannya struktur atau tujuan (5) Mengevaluasi: membuat keputusan berdasarkan kriteria atau standar individu; (6) Menciptakan : membuat sesuatu hal baru dari barang yang ada.

           Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan prestasi belajar siswa rendah diantaranya adalah pengajaran menggunakan metode ilmiah dalam pembelajaran masih kurang, komunikasi anatara guru dan murid yang tidak optimal, media yang digunakan guru masih terbatas, dan krativitas guru untuk membuat media pembelajaran masih sangat minim. Kebanyakan guru juga belum memahami tentang pentingnya permainan yang dapat memotivasi siswanya dengan cara bermain sambil belajar. Karena sesuai dengan apa yang dikatakan “Noviyanti dan Setyaningtyas (2017) menyatakan bahwa guru yang mengelola kelas dengan baik dapat mendidik siswa menjadi lebih efektif. Sebagai seorang guru, seseorang harus mampu untuk mengelola ruang kelas karena bertujuan agar pelajaran dapat sepenuhnya tercapai dan proses kognitif siswa menjadi lebih baik. Karena hal inilah diharapkan permainan tradisonal dapat menjadi pemecahan masalah untuk anak-anak sekolah saat ini khususnya di Indonesia. Sama seperti kata “Mulyani (10: 2016), permainan tradisional adalah permainan yang diwariskan dari nenek moyang kita dan bahwa kita wajib pertahankan karena mengandung kearifan lokal”. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan “Muliawan (2009: 35) perbedaan besar antara permainan kontemporer dan permainan tradisional terletak pada kenyataan bahwa di masa lalu, permainan tradisional tidak hanya melatih pikiran, perasaan dan emosi, tetapi mereka juga melatih menjaga keseimbangan antara gerakan tubuh dan kelincahan”.

           Hal inilah yang menjadikan permainan tradisonal memiliki nilai plus yaitu ”melatih motorik (gerak fisik), mempengaruhi (perasaan), kognitif (kecerdasan), spiritual (karakter), dan keseimbangan (kesempurnaan hidup) (Muliawan, 2009: 35)”. Berdasarkan kriteria skala lima dan menurut analisis data  bahwasanya skor rata-rata dalam proses kognitif di kelompok eksperimen adalah 60.67 (sangat tinggi). Terbukti hipotesis penelitian yang diujikan tersebut terdapat perbedaan yang sangat signifikan dan positif kepada keenam anak SD di Indonesia. Pada kelompok III , sekolah di Kabupaten jembrana Bali tahun 2016/2017diadakan uji hipotesis yang memiliki hasil akhir yaitu kenaikan presentase hasil positif siswa hingga 5%. Penelitian ini dapat menujukan bahwa suatu inovasi belajar ataupun mengajar dapat meningkatkan aktivitas siswa, motivasi, dan proses kognitif. Sebuah aktivitas pembelajaran berbasis permainan tradisional sangat sesuai dengan karakter siswa sekolah dasar secara umum yaitu sangat suka bermain dan sangat suka berbicara. Hal ini sesuai dengan  penemuan atau penelitian yang dilakukan oleh Noviyanti dan Setyaningtyas (9: 2017) Bahwa lingkungan yang kurang kondusif dapat menghambat perkembangan siswa terutama dalam hal kedisiplinan (masalah behavior).

           Mengganggu teman yang lain dalam pembelajaran tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga psikologis atau psikis. Dalam hal inilah permainan tradisional efektif untuk diterapkan di pengajaran karena dapat membuat kondisi kelas lebih hidup dan terkesan ramah. Karena Lingkungan yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi belajar dan mendidik karakter siswa. Permainan tradisional adalah kegiatan melestarikan budaya yang berfungsi untuk media mendidik rasa solidaritas, demokrasi, empati, simpati, meghargai orang lain, menghormati orang lain, toleransi, konsensus, kekompakan, dan saling tolong menolong. Juga dapat mengasah jiwa kepahlawanan seorang anak seperti pantang menyerah, mandiri, bertanggung jawab, kontrol diri, mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi, dan membela hak orang lain. Terdapat juga aktivitas fisik seperti membuat badan sehat karena menggunakan otot, meningkatkan fungsi organ dalam tubuh, dan memperlancar metabolisme. Maka anak-anak akan dapat mengembangkan kepribadiannya kearah yang positif seperti jujur, sportif, bertanggung jawab, kontrol diri, toleransi, dan kasih sayang terhadap sesama. Permainan tradisonal juga dapat mengasah kedisiplinan seorang anak yang meliputi taat aturan, norma, dan nilai-nilai. Hal inilah yang mencerminkan keberagaman berbagai masyarakat dan budaya terutama permainan tradisional di Indonesia di dalam Bhinneka Tunggal Ika.

           Berhubungan dengan ini, maka hal yang sama juga dinyatakan oleh Haerani bahwa permainan tradisional yang juga merupakan budaya nasional Indonesia terbukti mampu mengembangkan karakter positif pada anak-anak. Aktivitas belajar dengan permainan tradisional juga mampu untuk meningkatkan aktivitas berkomunikasi siswa disamping untuk melestarikan budaya Indonesia dari kemajuan zaman dimana anak-anak semakin melupakan permainan tradisonalnya dan memilih bermain gawai atau gadged. Siswa yang tadinya pasif dan pemalu dalam menyampaikan pendapatnya setelah diberikan permainan tradisional maka dia menjadi aktif dalam berkomunikasi dan antusias di kelas. Pembelajaran dengan permainan tradisional  juga memiliki beberapa manfaat lain, contohnya dapat mengasah ingatan anak-anak, mengatur strategi, memiliki tujuan atau target yang harus dicapai. Contoh permainan tradisional yang dilakukan adalah permainan kena jadi yang terbukti menjadikan aktivitas berkomunikasi menjadi efektif, optimal, suasana kelas lebih menyenangkan,dan mengasah fokus para peserta didik. Dalam permainan ular naga juga dapat membuat siswanya lebih aktif untuk mengembangkan pengetahuan mereka, keberanian, dan melatih cara berpendapat kepada orang lain. Ini sesuai dengan opini Koswara (Koswara, 2014) mengajar akan lebih bermakna dan tahan lama jika para siswa diberi kesempatan untuk aktif mengembangkan pengetahuan mereka sendiri, untuk mengembangkan pengetahuan sendiri agar dapat diubah menjadi perilaku yang benar-benar baru dan positif hasil dari pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungan. Namun dalam setiap permainan tradisional harus kita dasari pancasila karena hal ini juga dapat mengasah nasionalisme dan patriotisme anak sejak kecil.

           Peneliti menggunakan dua responden anak dari Bali untuk memainkan permainan ngangengkang batu dan nyen durien agar mereka juga mengenal berbagai macam permainan tradisional di daerahnya. terbukti permainan ini menjadi kegiatan pembelajaran berkomunikasi yang menyenangkan, aktif dan antusias. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari Sri Wati (2013) berjudul “Model Pengaruh Pembelajaran TPS Berbantu Media Permainan Tradisional Bali terhadap Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas IV SD Gugus IV Sawan. ” Hasil penelitian ini adalah terjadinya perbedaan pemahaman dalam memahami sains antara anak menggunakan metode pengajaran permainan tradisional dengan anak yang menggunakan metode konvensional. Penelitian ini juga mendapat dukungan dari Untari (2013) berjudul “Keefektifan pendekatan Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Berbantu Permainan Tradisional Dhakon Terhadap Kemampuan Berhitung Perkalian Siswa Kelas II. ” penelitian ini menghasilkan bahwa permainan dhakon terbukti lebih efektif dalam peningkatan ingatan angka dan kemampuan berhitung anak-anak sehingga pembelajaran matematika menjadi lebih berkembang dan efektif. Penelitian tentang permainan tradisional juga dilakukan oleh Tatjana (2011) berjudul “Tradisional Perilaku Kekerasan Permainan dan Murid di Pendidikan Dasar. ” hasilnya menunjukan bahwa permainan tradisonal lebih berkualitas dan efisien untuk mencegah tindak kekerasan oleh anak. Jadi permainan tradisonal dapat dijadikan sarana dalam pendidikan karakter anak. Manfaat lainnya adalah meningkatkan aktivitas berkomunikasi karena dengan berkomunikasi guru dapat mengetahui tingkat kemampuan siswa, rasa berani karena siswa tidak takut dalam menyampaiakan hasil diskusi mereka kepada guru atau siswa lain,  rasa ingin tau dimana mereka akan mencari kebenaran dan hal baru dalam pembelajaran serta kekompakan  dan solidaritas bersama. Jadi penggunaan permainan tradisonal dalam proses pembelajaran anak di sekolah dasar sangat positif dan baik terutama dalam hal pendidikan karakter siswa dan efektivitas pemahaman siswa terhadap materi memiliki presentase yang besar.




Sumber :


http://uny.ac.id
http://library.uny.ac.id
http://journal.uny.ac.id
http://library.fip.uny.ac.id
http://besmart.uny.ac.id/v2





Resensi Buku Non-Fiksi

Judul buku : Pengantar Pendidikan Inklusif

Pengarang : Dr. Dadang Garnida, M.Pd
Penerbit : PT Refika Aditama
Tahun terbit : 2015
Tebal halaman : 164 halaman





Sinopsis Buku

           Buku pengantar pendidikan inklusif ini memberikan informasi penting bagi para pengembang , pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru di sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif. Beberapa privinsi serta kabupaten/kota saat ini telah menyatakan sebagai privinsi inklusif atau kabupaten/kota inklusif. Ini artinya provinsi serta kabupaten/kota tersebut telah membuka dan melepaskan diri dari sistem eksklusif di berbagai aspek kehidupan. Khususnya di bidang pendidikan, pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang mengakomodasikan seluruh peserta didiknya tanpa terkecuali untuk belajar bersama-sama dengan tanpa adanya diskriminasi.


           Buku sederhana ini diharapkan mampu membekali seluruh pelaku pendidikan khususnya pendididikan inklusif, agar implementasi pendidikan inklusif di sekolah-sekolah sesuai dengan cita-cita luhur bangsa ini. Cita-cita itu adalah untuk meningkatkan kimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia ini. Di dalam buku ini juga terdapat berbagai macam contoh desain kurikulum yang cocok untuk digunakan pada sekolah dengan pendidikan inklusif, mulai dari rancangan pembelajaran, program pembelajaran individual, prinsip pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, sistem penilaian dan pelaporan, dll. Buku ini juga memuat teori-teori para ahli terpercaya dan data konkret  yang akurat.


  Kelebihan Buku


Sampul depan/cover buku ini sangat menarik dengan warna yang terpadu dan lembut serta gambar yang menarik.

Isinya juga lengkap telah memuat sebagian besar bahkan hampir seluruh materi dan permasalahn untuk sekolah inklusif si Indonesia dan dunia.
Memiliki tabel-tabel yang memudahkan dalam proses membaca dan memahami apa maksud dari bacaan tersebut.
Setiap gambar dan teori memuat sumber dan pembahasan yang konkret dan sesuai dengan fakta atau dapat dipertanggung jawabkan.
Memuat prinsip-prinsip pembelajaran, angket informasi perkembangan anak dan daftar singkatan di dalam buku.

Kekurangan Buku


Kurangnya gambar pendukung di dalam buku.

Beberapa kata asing yang tidak diberikan keterangan arti yang membuat kita kesulitan dalam memahami maksud dari bacaan tersebut.
Beberapa kalimat yang terlalu panjang lebar atau terkesan bertele-tele padahal bisa diringkas lebih padat lagi.

Kesimpulan


  Buku ini sangat bermanfaat terutama untuk para tenaga pendidik di sekolah regular yang menerapkan sistem inklusif dimana terdapat penulisan sistem, materi, proses pembelajaran, sikap, teori, cara mengajar, dll, pada pendidikan inklusif. Terutama buku ini sangat bermanfaat unbtuk calon guru/mahasiswa yang akan masuk kedalam sekolah inklusi sebagai pengajar ataupun guru dalam pendidikan inklusif ini. Isi buku juga sudah lengkap dan terpercaya.



Sumber:


http://uny.ac.id

http://library.uny.ac.id
http://journal.uny.ac.id
http://library.fip.uny.ac.id
http://besmart.uny.ac.id/v2



Resensi Buku Non Fiksi

Judul buku : Pendidikan Luar Biasa Umum
Pengarang : Dr.Muljono Abdurrachman, DRS Sudjadi S
Penerbit : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
Tahun terbit : 1994
Tebal halaman : 274 halaman




 



Sinopsis Buku

           Buku ini bertujuan untuk meningkatkan mutu lulusan pendidikan tenaga kependidikan, dengan cara melakukan penyesuaian kurikulum pendidikan tenaga kependidikan, khususnya guru sekolah menegah terkhusus di bidang ortopedagogik. Didalam ortopedagogik atau pendidikan luar biasa itu sendiri terdapat beberapa klasifikasi untuk anak - anak berkebutuhan khusus antara lain : tunagrahita, tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunalaras, berkesulitan belajar, gangguan komunikasi, berbakat, dan tunaganda. Dimana setiap enis anak luar biasa membutuhkan penganan yang khusus dan berbeda antara satu dengan yang lainnya.
         
           Dalam buku ini juga menjelaskan secara umum apa itu pendidikan, pendidikan nasional, hak dan kewajiban untuk memperoleh pendidikan, bahkan hingga undang - undang yang berkaitan dengan pendidikan itu sendiri di Indonesia. Buku ini juga menunjukan data - data secara detail mulai dari data yang bersifat kualitatif ataupun kuantitatif. Di dalam buku ini juga mencakup teori - teori dari tokoh – tokoh ortopedagog mulai dari nasional maupun internasional. Seluruh isi buku ini dapat dipertanggung jawabkan isinya karena mecantumkan setiap sumber - sumber penulisan dengan baik, jelas dan lengkap. Dituliskan pula perkembangan, hambatan, dan strategi pendidikan khususnya di bidang pendidikan luar biasa di Indonesia dari tahun ke tahun. Jika anda membaca buku ini maka anda akan langsung mengerti secara umum apa itu ortopedagogik atau pendidikan luar biasa. Di dalamnya juga terdapat ilmu tentang kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Kelebihan Buku


Judul buku menarik karena kita dapat mengetahui secara garis besar apa itu pendidikan luar biasa / ortopedagogik dengan buku yang tidak tebal tetapi lengkap.
Data – data yang dituliskan valid dan terpercaya karena disertai dngan sumber yang jelas.
Memuat teori dari tokoh - tokoh nasional maupun dunia tentang pendidikan khususnya ortopedagogik.
Terdapat daftar istilah atau glosarium disertai dengan keterangannya di halaman terakhir buku yang sangat membantu pembaca.

Kekurangan Buku

Cover bagian depan kurang menarik, karena warnanya kusam dan gambarnya terkesan membosankan.
Di dalam isi buku kurang disertai gambar – gambar pendukung secara lengkap sehingga cepat bosan jika membacanya terlalu lama atau pembaca kurang bisa mendalami isi buku.
Gambar di dalam buku terkadang tidak jelas karena kurangnya penjelasan lengkap isi gambar dan kualitas gambar yang kurang bagus.

Kesimpulan


           Buku ini buku yang bagus untuk dibaca bagi pemula karena mencakup sebagian besar dari arti ortopedagogik atau pendidikan luar biasa itu sendiri hanya saja didalamnya/isi terutama bagian gambar bisa lebih dilengkapi lagi dan diperjelas dalam mencetak. Untuk struktur penulisan telah lengkap ditambah adanya glosarium dan data akurat dari sumber terpercaya.




Sumber :

http://uny.ac.id
http://library.uny.ac.id
http://journal.uny.ac.id
http://library.fip.uny.ac.id
http://besmart.uny.ac.id/v2